Ahad 26 Apr 2026 16:00 WIB

Pemilik Daycare Little Aresha di DIY Diduga Hakim Aktif, Mahkamah Agung Lakukan Pengecekan

Juru Bicara MA Yanto, mengaku telah mendapatkan informasi terkait hal itu.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani
Daycare Little Aresha yang berlokasi  berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik setelah digrebek polisi, Jumat (24/4/2026).
Foto: Republika/ Wulan Intandari
Daycare Little Aresha yang berlokasi berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik setelah digrebek polisi, Jumat (24/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh para pengasuh daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta. Berdasarkan informasi yang beredar, pimpinan yayasan daycare itu merupakan seorang hakim aktif.

Juru Bicara Mahkamah Agung (MA), Yanto, mengaku telah mendapatkan informasi terkait hal itu. Namun, ia masih belum bisa memastikan kebenaran dari informasi yang beredar tersebut.

Baca Juga

"Ya, nanti tak cek dulu ya, karena ini libur, kemudian saya tadi juga dengar baru anu, berita siang jam tadi. Jadi nanti tak cek dulu kepada yang bersangkutan, nanti kita kabari ya, Mas," kata dia ketika dikonfirmasi Republika, Ahad (26/4/2026).

Yanto menambahkan, pihaknya belum bisa banyak berkomentar mengenai tindakan yang akan dilakukan. Pasalnya, MA masih harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, khususnya terkait kebenaran informasi itu. 

"Ya kita cek dulu aturan hukumnya, apakah kalau seandainya benar, apakah boleh hakim aktif menjabat pengurus ini, kan cek dulu kan, apakah boleh atau tidak, kan gitu. Baru kita ini kan," ujar dia. 

photo
oto bayi dalam kondisi diikat di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. - (Republika/ Wulan Intandari)

Sebelumnya, Polresta Yogyakarta membenarkan adanya tindakan tidak manusiawi yang dilakukan para pengasuh di daycare Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Daycare tersebut tengah menjadi sorotan publik usai viral di media sosial. Awalnya, temuan tersebut terungkap setelah aparat melakukan penggerebekan di lokasi pada Jumat (24/4/2026), sore. 

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan petugas menemukan langsung indikasi perlakuan yang tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut. "Petugas kami melihat langsung bahwa anak-anak diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya sampaikan," ungkapnya di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam penindakan itu, polisi mengamankan sekitar 30 orang yang terdiri dari pengasuh, pihak pengelola, hingga petugas keamanan. Seluruhnya saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

Berdasarkan data sementara, terdapat 103 anak yang dititipkan di daycare tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan, dengan mayoritas korban berusia di bawah dua tahun. 

Kasus ini terungkap setelah muncul kecurigaan dari para orang tua. Sejumlah anak diketahui kerap menangis dan menunjukkan ketakutan saat hendak diantar ke daycare. Awalnya, orang tua menganggap hal itu sebagai reaksi wajar, tapi belakangan terungkap adanya dugaan perlakuan kekerasan. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi