REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Beberapa pejabat Iran telah merespons pernyataan Presiden AS Trump yang menyebut ada perpecahan dalam sistem pemerintahan Teheran. Trump menyampaikan hal tersebut berulang kali.
Kepala peradilan Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, mengkritik keras perkataan presiden AS itu. Dalam sebuah unggahan di X, ia mengatakan Trump harus menyadari bahwa istilah 'garis keras' dan 'moderat' adalah label yang dibuat-buat tanpa dasar yang nyata, yang umum digunakan dalam wacana politik Barat.
"Semua kelompok dan arus di Iran pada akhirnya mempertahankan kohesi, persatuan, dan komitmen mereka terhadap arahan Pemimpin Tertinggi yang terhormat," katanya menegaskan.
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah terlebih dulu membantah adanya perpecahan dalam sistem pemerintahan.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, Ghalibaf menulis, “Di Iran, tidak ada garis keras atau moderat. Kita semua adalah warga Iran. Dengan persatuan yang kokoh antara rakyat dan negara, serta ketaatan penuh kepada Pemimpin Tertinggi, kita akan membuat agresor menyesali perbuatan mereka.”
Lihat postingan ini di Instagram




