Kamis 23 Apr 2026 18:16 WIB

Tentara IDF Maling Rokok Sampai Motor dari Rumah-Rumah Hancur di Lebanon

Tak ada penindakan terhadap para tentara yang mencuri di Lebanon.

Tentara Israel dengan tank mereka berkumpul di dekat perbatasan Israel-Lebanon, 15 Maret 2026.
Foto: EPA/ATEF SAFADI
Tentara Israel dengan tank mereka berkumpul di dekat perbatasan Israel-Lebanon, 15 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa tentara reguler dan cadangan tentara pendudukan Israel menjarah sejumlah besar properti sipil dari rumah dan toko di Lebanon selatan. Ini merujuk pernyataan yang diberikan kepada surat kabar tersebut oleh tentara dan komandan lapangan.

Surat kabar oposisi pemerintah tersebut menjelaskan bahwa pencurian sepeda motor, televisi, lukisan, sofa dan karpet telah menjadi fenomena yang meluas dan sering terjadi. Para pimpinan di lapangan mengetahui hal itu, namun tidak mengambil tindakan disipliner untuk menghilangkannya.

Baca Juga

Haaretz mengutip para saksi yang mengatakan bahwa tentara pendudukan memuat kendaraan mereka dengan peralatan curian tanpa berusaha menyembunyikannya, saat meninggalkan Lebanon.

Seorang tentara dikutip mengatakan: "Ini dalam skala yang gila; siapa pun yang mengambil sesuatu - televisi, rokok, peralatan atau apa pun - segera memasukkannya ke dalam kendaraan mereka atau menyembunyikannya di samping, bukan di dalam lokasi, tapi itu bukan rahasia. Semua orang melihat dan memahami."

Menurut para prajurit, beberapa komandan mengabaikan fenomena ini, sementara yang lain mengutuk hal tersebut namun tidak menghukum para pencuri.

Militer Israel berdalih mereka mengambil tindakan disipliner bila diperlukan, dan bahwa polisi militer melakukan penggeledahan "di perbatasan utara ketika meninggalkan zona pertempuran."

photo
Tim penyelamat mencari korban yang selamat di kompleks Fatima al-Zahraa di Sidon, Lebanon 08 April 2026. Beberapa orang tewas dalam serangan itu termasuk Sheikh Sadiq Al-Nabilsi yang berafiliasi dengan Hizbullah. - (EPA/Stringer)

Namun ironisnya, beberapa pos pemeriksaan polisi militer yang didirikan di titik keluar dari Lebanon selatan untuk mencegah penjarahan telah disingkirkan, dan tidak ada pos pemeriksaan sama sekali yang didirikan di titik keluar lainnya.

“Di sini, mereka bahkan tidak berkomentar atau marah. Komandan batalyon dan komandan brigade tahu segalanya,” kata salah seorang prajurit. "Dalam sebuah operasi lapangan di Lebanon, seorang komandan memergoki para pejuang yang berangkat dengan jip membawa barang-barang curian. Dia meneriaki mereka dan memerintahkan mereka untuk membuang barang-barang curiannya, namun itulah akhirnya; tidak ada penyelidikan," kata tentara lain. 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi