Kamis 23 Apr 2026 15:34 WIB

Dedi Mulyadi Butuh 1.000 Hektar Lahan untuk Atasi Banjir di Bandung Raya

Anggaran yang dibutuhkan untuk atasi banjir mencapai Rp 7 triliun.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Warga melintasi banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026).Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Warga melintasi banjir yang melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026).Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan butuh dana sebesar Rp 7 triliun untuk mengatasi masalah banjir di Kabupaten Bandung. Selain itu, dibutuhkan 1.000 hektar tanah untuk membuat danau atau polder-polder air.

"Hitungan untuk penanganan banjir itu diperlukan 1.000 hektar tanah, Bandung Raya itu diperlukan 1.000 hektar tanah untuk membuat danau-danau atau polder," ucap dia belum lama ini.

Baca Juga

Ia menuturkan nilai anggaran yang diberikan untuk itu mencapai Rp 7 triliun berdasarkan hitungan beberapa waktu lalu. "Dan itu dibutuhkan nilainya dulu ya dulu Rp 7 triliun. Jadi kalau ingin bebas banjir ya pakai alokasi itu," kata KDM yang pernah menyebut masalah banjir di Kabupaten Bandung akibat kesalahan tata ruang.

Seperti diketahui, kawasan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot tiap musim hujan terdampak banjir akibat luapan sungai Citarum. Puluhan ribu masyarakat terdampak banjir.

Akses kendaraan roda dua dan roda empat seringkali terputus akibat banjir merendam area jalan. Mereka pun harus memutar jalur agar bisa melintasi kawasan tersebut.

Terdapat kolam retensi di wilayah Baleendah akan tetapi tidak dapat menangani banjir tersebut. Kondisi tersebut berlangsung tiap tahun dan belum didapati penyelesainnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Jalan Kopo

 

Berita Lainnya

Rekomendasi