REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Meskipun diserang oleh pasukan AS dan Israel selama berpekan-pekan, Iran tampaknya masih memiliki ribuan rudal dan drone kamikaze. Demikain menurut penilaian intelijen baru yang bertentangan dengan pernyataan kemenangan pemerintahan Trump dalam konflik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump dan menteri pertahanannya, Pete Hegseth, telah mengklaim Angkatan Udara Iran telah 'dimusnahkan' dan Angkatan Lautnya berada di dasar laut.
Menurut laporan Business Insider, Letnan Jenderal Korps Marinir James Adams, direktur Badan Intelijen Pertahanan, mengatakan bahwa Teheran masih memiliki ribuan rudal dan menyerang yang terus menimbulkan ancaman bagi pangkalan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Adams membuat pernyataan tersebut selama kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR pekan lalu. Menurut pejabat AS, Teheran berhasil mempertahankan amunisi tersebut meskipun terjadi penurunan kemampuan akibat kerusakan dan pengeluaran.
Lihat postingan ini di Instagram