Rabu 22 Apr 2026 14:47 WIB

Iran Menolak Perpanjangan Gencatan Senjata Trump, Tetap Tutup Selat Hormuz

Perpanjangan gencatan senjata dinilai sebagai muslihat merencanakan serangan baru.

Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya
Foto: EPA/Abedin Taherkenareh
Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menolak perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (22/4/2026), dan tetap menutup Selat Hormuz. Media lokal di Iran pada Selasa (21/4/2026) mengutip penasihat dari juru bicara parlemen Iran, Mohamed Baghir Ghalibaf mengatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata dari Trump "sudah barang tentu suatu muslihat untuk mengulur waktu demi sebuah serangan kejutan."

Penasihat Ghalibaf itu juga menegaskan bahwa,"pihak yang kalah tidak bisa mendikte syarat-syarat (gencatan senjata)."

Baca Juga

Menurutnya, waktunya untuk Iran mengambil inisiatif telah datang. Menurut laporan media, Iran tidak meminta perpanjangan masa gencatan senjata dan Iran juga tidak akan membuka Selat Hormuz selama blokade maritim Angkatan Laut AS tetap berlanjut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement