Rabu 22 Apr 2026 05:47 WIB

Teken LoI E-Voting, Kemendagri: Digitalisasi Pemilu tak Sekadar Transformasi Teknologi

Penerapan skema pemilihan dengan asimetris antar daerah digagas.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo (kiri)
Foto: Ist
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Digitalisasi pemilihan umum (pemilu) dinilai penting agar prinsip dasar demokrasi bisa terus berjalan. Menurut Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo, digitalisasi pemilu bukan sekadar transformasi teknologi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kualitas demokrasi. Implementasinya harus tetap menjunjung tinggi prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil). 

“Digitalisasi pemilu bukan berarti masyarakat dapat memilih secara sembarangan tanpa sistem yang terjamin. Tantangannya kemudian adalah  bagaimana teknologi dapat diimplementasikan dengan tetap memenuhi prinsip Luber Jurdil,”jelas dia pada acara Penandatanganan Letter of Intent (LOI) kerja sama penyediaan teknologi pemilihan elektronik (e-voting) pada Digital Election Simulation Lab (DESLab) antara Kemendagri dan PT Inti Konten Indonesia (INTENS)  di Command Center BSKDN pada Selasa(21/4/2026).

Baca Juga

Dia juga menjelaskan, BSKDN sebagai unit strategis di Kemendagri memiliki peran dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada Menteri Dalam Negeri melalui policy brief berbasis kajian. Salah satu isu strategis yang tengah dikembangkan adalah perbaikan sistem pemilihan di Indonesia, mulai dari pemilihan kepala desa hingga pemilihan kepala daerah, termasuk penguatan sistem politik yang mendukungnya.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penerapan skema pemilihan secara asimetris antar daerah, yang mempertimbangkan sejumlah variabel, termasuk tingkat kematangan digital daerah. Dalam skema tersebut, daerah dengan kesiapan tinggi dapat mengadopsi sistem pemilihan berbasis teknologi secara lebih mandiri, sementara daerah dengan kesiapan lebih rendah tetap menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

photo
Seorang pelajar menggunakan hak pilih melalui monitor layar sentuh saat pemilihan ketua OSIS secara e-Voting di SMK Bhumi Phala Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/12/2021). Pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara e-Voting hasil kerja sama pihak sekolah dengan KPUD Temanggung tersebut digelar untuk memberikan pendidikan berdemokrasi bagi pemilih pemula dengan menggunakan teknologi terkini. - (ANTARA/Anis Efizudin)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement