REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan penyebab pembangunan jalan sejajar rel di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak kunjung rampung. Alasan utamanya adalah karena pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tembus Pasar Minggu belum sepenuhnya selesai.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan tetap berkomitmen untuk merampungkan pembangunan akses jalan sejajar rel Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang telah direncanakan. Pasalnya, pembangunan itu bertujuan agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Adapun pembangunan akan dilanjutkan setelah proses pembebasan lahan selesai," kata Wenny ketika dikonfirmasi Republika di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Wenny menjelaskan, saat ini tahapan pengadaan tanah masih berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan selaku Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah. Namun, ia belum bisa dipastikan proses sepanjang dua kilometer (km) itu kapan rampung.
Dia menyebutkan, dari total 118 bidang tanah, hingga tahun 2025 telah terealisasi pembebasan sebanyak 59 bidang tanah. Sementara itu, 59 bidang tanah lainnya masih dalam proses. Dari jumlah tersebut, terdapat delapan bidang tanah yang merupakan aset pemerintah.
"Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengharapkan dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan ini dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama," ucap Wenny.