Selasa 21 Apr 2026 03:03 WIB

Merangin Usulkan Peningkatan Infrastruktur Pertanian ke Kementan

Pemkab Merangin mengusulkan perbaikan irigasi, cetak sawah, dan pembangunan embung ke Kementan untuk antisipasi kekeringan.

Rep: antara/ Red: antara
Merangin usulkan peningkatan infrastruktur pertanian ke Kementan.
Foto: antara
Merangin usulkan peningkatan infrastruktur pertanian ke Kementan.

REPUBLIKA.CO.ID, MERANGIN, – Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, mengusulkan peningkatan infrastruktur pertanian, termasuk perbaikan irigasi, cetak sawah, dan pembangunan embung, kepada Kementerian Pertanian. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan sektor pangan dan mengantisipasi kekeringan di daerah tersebut.

Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menyatakan bahwa Menteri Pertanian mendukung upaya ini dan mendorong daerah untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia. Jika diperlukan, daerah dapat mengajukan usulan tambahan.

Menurut Syukur, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) menjadi prioritas untuk menjaga produktivitas lahan sawah. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air dan mengurangi dampak kekeringan ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemkab Merangin juga mengusulkan pembangunan saluran pompa air dan perpipaan di wilayah dengan sumber air permukaan dan air tanah, seperti Kecamatan Tabir Ulu, Tabir, Jangkat, dan Sungai Manau. Selain itu, pembangunan embung baru diusulkan sebagai cadangan air saat musim kemarau, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk modernisasi.

Dokumen usulan yang disiapkan dinas terkait telah memetakan kebutuhan mendesak di berbagai kecamatan. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin, Mujiburrahman, menekankan pentingnya usulan ini bagi kemajuan petani di daerah.

Sementara itu, program cetak sawah baru untuk tahun anggaran 2026 diusulkan tersebar di tiga lokasi: Kecamatan Jangkat Timur (Desa Beringin Tinggi) seluas 45 hektare, Kecamatan Jangkat (Desa Pulau Tengah) 25 hektare, dan Desa Rantau Kermas seluas 30 hektare. Ketiga lokasi ini sedang dalam proses perencanaan teknis atau Survey Investigation Design (SID) oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memastikan kelayakan teknis lahan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement