Senin 20 Apr 2026 15:44 WIB

Kapal Iran dari Tiongkok Dibajak AS, China Marah, Teheran Balas Serang Kapal Amerika dengan Drone

Pembajakan kapal Iran oleh Amerika Serikat dinilai hanya akan meningkatkan ketegangan

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Michael Murphy (DDG 112) yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
Foto: Dok US Navy
Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Michael Murphy (DDG 112) yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Militer Iran mengeklaim telah melakukan serangan drone terhadap kapal perang AS sebagai tanggapan atas penyitaan kapal kargo Iran oleh Angkatan Laut AS.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, dan sumber-sumber lain, seorang juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya, yang mengawasi operasi militer Iran, menyatakan bahwa drone menyerang beberapa kapal angkatan laut AS sebagai pembalasan atas penyitaan kapal Iran oleh AS.

Baca Juga

Belum dapat dipastikan apakah serangan itu benar-benar terjadi. Militer AS belum memberikan komentar terkait klaim Iran tersebut.

Sebelumnya, pasukan AS menembaki kapal dagang Iran di Teluk Oman. Komando Pusat Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dan memperingatkan akan adanya pembalasan.

Juru bicara Iran langsung menyatakan bawa Tehera akan segera menanggapi dan membalas ‘pembajakan bersenjata militer AS.

Kapal dagang yang disita dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Tiongkok ke Teluk Oman pada pagi hari kejadian tersebut.

Dalam pernyataan terkait, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui Truth Social, kapal kargo Iran ‘Touska,’ yang panjangnya sekitar 900 kaki (sekitar 274 meter) dan seberat kapal induk, mencoba menerobos blokade angkatan laut AS tetapi gagal.

 “Kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS, Spruance, mengeluarkan peringatan resmi kepada Touska untuk berhenti di Teluk Oman, tetapi awak kapal Iran tidak mematuhinya. Kapal angkatan laut kita kemudian menghentikan kapal tersebut dengan merusak ruang mesinnya.”

Penyitaan kapal kargo Iran di Teluk berisiko memperburuk situasi menjelang pembicaraan penting di Islamabad. Demikian menurut Profesor Amin Saikal dari Universitas Nasional Australia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement