REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sebagian wilayah Maluku Utara, anak-anak masih harus berdamai dengan getaran bumi yang belum sepenuhnya reda. Di ruang-ruang belajar yang tak lagi sepenuhnya tenang, rasa cemas sesekali menyelinap, mengingatkan bahwa gempa bisa datang tanpa aba-aba. Namun di tengah situasi itu, semangat untuk tetap belajar tidak surut.
Pemerintah pun memilih untuk tidak memaksakan keadaan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan jadwal tes kemampuan akademik (TKA) susulan bagi siswa sekolah dasar yang terdampak bencana. Kebijakan ini menjadi bentuk kehadiran negara, memastikan bahwa proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan rasa aman anak-anak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan, sebagian daerah di Maluku Utara mengalami kendala dalam melaksanakan TKA yang dijadwalkan pada 20 hingga 30 April 2026. Getaran gempa yang masih terjadi membuat suasana belum sepenuhnya kondusif bagi anak-anak untuk mengikuti ujian.
“Beberapa daerah di Maluku Utara meminta nanti ada penyelenggaraan (TKA) susulan, karena masih ada gempa bumi yang memang membuat anak-anak merasa kurang aman,” kata Abdul Mu’ti, Senin.
Ia menegaskan, kebijakan ini bukanlah pengulangan ujian, melainkan penjadwalan ulang bagi siswa yang belum sempat mengikuti TKA karena kondisi darurat. Pendataan terhadap sekolah-sekolah terdampak telah dilakukan, sehingga pelaksanaan ujian susulan dapat berjalan lebih terarah.
“Misalnya, ada gempa bumi susulan kita jadwalkan dengan ujian susulan, bukan ujian ulang ya, tapi ujian susulan,” ujarnya menegaskan.