REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Korps Marinir (Dankormar) periode 1996-1999 Letjen Mar (Purn) Suharto dilaporkan wafat saat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026) siang WIB. Suharto adalah Dankormar saat memimpin pengamanan Jakarta yang sedang membara pada 1998.
Bersama Pangkostrad saat itu Letjen Prabowo Subianto dan Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, almarhum mengerahkan personel Marinir untuk mengamankan Jakarta, khususnya Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta Pusat. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi pun mengirimkan ucapan duka atas kepergian almarhum.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas wafatnya Letjen TNI Mar (Purn) Suharto Komandan Korps Marinir ke-12," kata Endi yang merupakan pati bintang tiga pertama setelah validasi organisasi yang memimpin Kormar TNI ALdikutip Republika di Jakarta, Ahad (19/4/2026).
Mantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu pun mengucapkan duka atas kepergian abiturien Akabri/AAL 1969 tersebut. "Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Almarhum sangat dikenal saat tampil bersama rakyat saat demo tahun 1998. Beliau berjuang untuk perbaikan bangsa sampai akhir hayatnya," ucap Said.