Jumat 17 Apr 2026 14:04 WIB

Belajar tidak Cuma Teori, Mahasiswa UBSI Asah Skill Lewat Fasilitas Digital dan Proyek Nyata

PMB UBSI masih dibuka untuk periode September 2026.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI masih dibuka untuk periode September 2026
Foto: UBSI
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI masih dibuka untuk periode September 2026

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG - Perkuliahan di era saat ini tidak cukup jika apabila hanya dijalani dengan menghadiri kelas, mendengarkan materi, kemudian selesai. Perkembangan dunia kerja berlangsung sangat cepat sehingga tidak cukup jika hanya mengandalkan pemahaman teoretis. Dalam konteks perubahan tersebut, mahasiswa membutuhkan sesuatu yang lebih konkret, yaitu pengalaman.

Hal inilah yang dirasakan oleh mahasiswa di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang. Mereka tidak sekadar belajar, melainkan juga menjalani proses pembelajaran yang menyerupai pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.

Dinda, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Karawang, pernah menghadapi tantangan menjalani perkuliahan sambil bekerja, dengan keterbatasan waktu dan beban materi yang cukup tinggi.

“Awalnya saya kesulitan memahami materi coding setelah seharian kerja, tapi lab komputer dan MyBest benar-benar membantu,” ungkap Dinda dalam keterangan rilisnya, Jumat (17/4/2026).

Di laboratorium komputer UBSI kampus Karawang, mahasiswa tidak sekadar melihat contoh. Mereka langsung praktik. Mulai dari membuat aplikasi, mengelola database, sampai menguji keamanan jaringan. Semuanya dirancang mendekati kondisi dunia kerja, bukan sekadar simulasi kosong.

Ketika waktu tidak cukup, teknologi jadi penolong. Platform e-learning MyBest jadi ruang kedua bagi mahasiswa untuk belajar tanpa batas waktu. Materi bisa diulang, kuis bisa dikerjakan real-time, dan diskusi tetap berjalan meski kelas sudah selesai.

“Kalau ada tugas praktikum yang sulit, saya bisa langsung cek tutorial di MyBest atau bertanya di forum. Sangat memudahkan, terutama bagi yang ambil kelas malam,” kata Dinda.

Cerita serupa datang dari Arif. Bedanya, ia menemukan pengalaman yang tidak ia kira sebelumnya, membangun sesuatu dari nol. Melalui BSI Entrepreneur Center (BEC), ia tidak hanya belajar teori bisnis, tapi benar-benar menciptakan proyek.

“Saya pernah bikin aplikasi sederhana untuk sistem keuangan UKM. Rasanya seperti magang mini sebelum lulus,” kata Arif.

Sementara itu, BSI Career Center (BCC) jadi semacam “ruang latihan” sebelum masuk dunia profesional. Di sana, mahasiswa dibimbing untuk magang, belajar menghadapi wawancara, hingga mengakses peluang kerja yang relevan.

Semua ini diperkuat dengan ruang kelas hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan digital. Mahasiswa bisa langsung praktik di kelas, lalu melanjutkan eksplorasi lewat platform online.

Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Mohamad Syamsul Aziz, menegaskan bahwa pendekatan ini bukan kebetulan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi teknis, digital, dan soft skill yang nyata. Semua fasilitas ini dirancang agar pengalaman belajar benar-benar aplikatif,” kata Aziz.

Di titik ini, kuliah tidak lagi terasa seperti kewajiban. Tapi proses membangun diri. Pelan, tapi pasti. Dan mungkin, itu yang bikin mahasiswa UBSI kampus Karawang sebagai Kampus Digital Kreatif lebih percaya diri. Karena mereka tidak hanya tahu harus melakukan apa setelah lulus. Mereka sudah pernah mencobanya sejak masih duduk di bangku kuliah.

Kalau kamu ingin kuliah yang nggak cuma teori tapi benar-benar bikin kamu siap kerja sejak dini, sekarang waktunya ambil langkah.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI masih dibuka untuk periode September 2026, tapi kuota terus berjalan dan tidak menunggu. Daftar sekarang di https://pmbubsi.id/pmb. Karena di dunia yang bergerak cepat, yang dibutuhkan bukan cuma yang pintar, tapi yang sudah siap duluan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement