Jumat 17 Apr 2026 00:00 WIB

Pembangunan Jembatan Werlah di Aceh Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Jembatan Werlah di Bener Meriah, Aceh dibangun kembali untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi setelah rusak akibat bencana alam.

Rep: antara/ Red: antara
Pembangunan jembatan di Bener Meriah dukung pertumbuhan ekonomi Aceh.
Foto: antara
Pembangunan jembatan di Bener Meriah dukung pertumbuhan ekonomi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, – Pembangunan kembali Jembatan Werlah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya rusak akibat bencana alam pada akhir tahun 2025, kini dimulai. Menurut H Ruslan Daud, anggota Komisi V DPR-RI asal Aceh, proyek ini berperan strategis dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Aceh.

Ruslan Daud menjelaskan bahwa jembatan ini penting untuk memperlancar distribusi logistik dan pengangkutan hasil pertanian dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju jalur lintas timur. Meski berstatus sebagai jalan daerah, pemerintah pusat tetap terlibat demi memperkuat jaringan transportasi wilayah tersebut.

Jembatan Werlah akan dibangun dengan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter, lengkap dengan jalan pendekat sepanjang 20 meter. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp80 miliar, dan proses konstruksi telah dimulai dengan pengerjaan pondasi, ditargetkan selesai tahun ini.

Proyek Infrastruktur Aceh

Selain Jembatan Werlah, masih ada proyek lain yang sedang dalam tahap perencanaan, termasuk Jembatan Enang-Enang yang merupakan bagian dari jalan nasional, dengan jadwal pembangunan pada periode 2027–2029. Pemerintah juga menangani infrastruktur lain di kawasan Simpang Lancang, yang akan dibangun dengan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter dan jalan pendekat 10 meter, dengan anggaran sekitar Rp55 miliar.

Ruslan berharap semua proyek ini dapat selesai tepat waktu untuk memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah tengah. Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum di bawah kepemimpinan Dody Hanggodo, dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir November 2025.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian serius terhadap pemulihan di Aceh, yang menurutnya menambah semangat masyarakat setempat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement