Kamis 16 Apr 2026 07:22 WIB

Surati Xi Jinping, Trump Minta China tak Pasok Senjata ke Iran

Trump tak ingin ada perubahan besar dalam pasar minyak global.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
Foto: EPA/WILL OLIVER / POOL
Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah meminta Presiden China Xi Jinping agar tak menyuplai persenjataan ke Iran. Sebelumnya Trump sudah mengumumkan ancaman akan menerapkan tarif 50 persen kepada negara manapun yang mengirimkan senjata untuk Teheran.

Dalam sebuah wawancara kepada Fox Business Network (FBN) dalam program "Mornings with Maria" yang disiarkan pada Rabu (15/4/2026), Trump mengungkapkan, permintaan agar China tak memasok persenjataan ke Iran disampaikannya melalui surat kepada Xi Jinping.

Baca Juga

"Saya menulis surat kepadanya meminta agar dia tidak melakukan itu, dan dia membalas surat saya yang pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan itu,” ucapnya.

Trump tak menyinggung kapan surat darinya untuk Xi Jinping dikirim. Dalam wawancara dengan FBN, Trump pun menyampaikan bahwa dia tidak mengharapkan perubahan di pasar minyak global akibat perang melawan Iran dan perubahan di Venezuela akan memengaruhi dinamika pertemuannya dengan Xi yang diagendakan digelar bulan depan.

“Dia adalah seseorang yang membutuhkan minyak. Kita tidak,” kata Trump.

Sementara itu, lewat unggahan di akun Social Truth-nya, Trump mengatakan bahwa dia telah secara permanen membuka Selat Hormuz.

Sebelumnya Trump telah mengumumkan bahwa militer AS akan memblokade Selat Hornuz. Hal itu disampaikan setelah perundingan AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, pekan lalu, tidak membuahkan hasil.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement