REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Real Madrid menatap laga penentuan dengan keyakinan tinggi. Meski tertinggal agregat 1-2 dari Bayern Munchen, Los Blancos percaya peluang masih terbuka pada leg kedua perempat final Liga Champions.
Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan timnya tidak membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.
“Saya tidak berpikir kami perlu melakukan keajaiban. Bila kami menang pada leg pertama, itu juga tidak akan mengejutkan. Kiper mereka (Manuel Neuer) menjadi pemain terbaik, yang menunjukkan peluang yang kami miliki. Siapa pun yang mengenal Real Madrid tidak akan menganggap kemenangan di sini sebagai keajaiban,” ujar Arbeloa.
Madrid memang sempat tertekan pada leg pertama di Santiago Bernabeu. Namun mereka hampir menyamakan kedudukan di akhir laga.
Arbeloa melihat itu sebagai sinyal. Los Blancos masih punya kapasitas untuk bangkit. Ia juga menekankan kekuatan mental Madrid di kompetisi ini. Dengan 15 gelar Liga Champions, pengalaman menjadi modal utama menghadapi tekanan di kandang lawan.
Menurutnya, kemenangan ditentukan oleh kesiapan menyeluruh. Mental, taktik, dan fisik harus berada di level tertinggi. Madrid diminta tetap bermain dengan identitasnya, yakni berani dan percaya diri.
Di sisi lain, Arbeloa tetap menaruh respek kepada Bayern sebagai lawan tangguh. Kualitas dan pengalaman mereka tak kalah mentereng di Eropa.
Bintang Madrid Jude Bellingham mengakui musim ini berjalan tidak mudah bagi dirinya dan Los Blancos. Namun, ia menegaskan timnya belum menyerah. Fokus utama kini tertuju pada laga di depan mata.
“Kami tertinggal, tetapi kami harus fokus pada besok. Ini hari yang besar,” ujar dia.
Ia mulai menemukan kembali kepercayaan diri setelah tampil dalam beberapa laga terakhir. Sebelumnya, pemain timnas Inggris ini menepi karena cedera. “Kepercayaan diri Anda tumbuh, dan Anda terus berkembang,” ujarnya.
View this post on Instagram