REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kekecewaan Barcelona meledak setelah tersingkir dari Liga Champions. Barcelona kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid meskipun menang 2-1 pada pertandingan leg kedua perempat final di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Sorotan tajam datang dari Raphinha. Meski absen karena cedera, ia meluapkan emosi usai laga.
Penyerang asal Brasil itu menuding wasit menjadi faktor utama kegagalan timnya. Ia bahkan menyebut keputusan-keputusan yang diambil sebagai “perampokan” bagi timnya.
“Sejauh yang saya ketahui, itu adalah perampokan, bukan hanya pertandingan ini tetapi juga pertandingan lainnya (leg pertama),” kata Raphinha.
Ia menyoroti kinerja wasit asal Prancis Clement Turpin pada leg kedua dan Istvan Kovacs pada leg pertama. Menurut Raphinha, keputusan wasit sangat buruk dan tidak masuk akal.
"Saya benar-benar ingin memahami mengapa mereka begitu takut Barcelona akan datang dan menang,” ujarnya.
Gestur Raphinha di pinggir lapangan mempertegas kemarahannya. Ia berulang kali membuat gerakan tangan seolah “mencuri”. Baginya, Barcelona dipaksa bekerja lebih keras dari seharusnya.
“Itu sulit, terutama ketika Anda menyadari bahwa Anda harus bekerja tiga kali lebih keras untuk memenangkan pertandingan,” katanya.