REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media Survei Nasional (Median) merilis survei "Evaluasi Kinerja Pemerintah, Isu Pelengseran, dan Dampak Perang". Survei dihelat Median di 38 provinsi untuk melihat dua hal: penilaian publik atas kerja pemerintah dan persepsi atas isu kontemporer, seperti dampak perang Teluk hingga potensi kenaikan BBM.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan, proses pengambilan data pada 30 Maret-7 April 2026. Kuesioner disebarkan melalui media sosial (medsos) dengan target pengguna aktif berusia 17-60 tahun. Form pertanyaan disebar secara proporsional dengan 1.300 sampel dan hasil survei dimaksudkan menggali persepsi pengguna medsos.
"Temuan pertama, dalam rentang waktu pengambilan data, survei temukan mayoritas publik (71,8 persen) puas terhadap kinerja pemerintah Prabowo-Gibran," kata Rico dalam paparan secara daring di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari angka 71,8 puas yang disampaikan responden, sebanyak 23,7 persen menyatakan tidak puas dan 4,5 persen menjawab tidak tahu.
Adapun alasan terbesar mengapa publik puas terhadap kinerja adalah menjaga harga BBM tidak naik (24,5 persen), Makan Bergizi Gratis (MBG) 15,4 persen, serta memberantas korupsi 9,3 persen. "Alasan puas lainnya ada bantuan 6,6 persen, terciptanya lapangan kerja 3,7 persen, suka dengan Prabowo 3,3 persen, dan suka dengan Prabowo," ujar Rico.