Rabu 15 Apr 2026 14:10 WIB

Ogah Menyerah, Iran Siapkan Suplai Rudal dan Drone Hadapi Agresi AS Jika Kembali Perang

Trump membuka kembali perundingan dengan Donald Trump.

Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -— AS mengeklaim telah meluluhlantakkan kemampuan rudal dan militer Iran dalam perang yang pecah pada 28 Februari 2026. Namun klaim AS ditepis oleh Teheran. 

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran mengatakan bahwa cadangan strategis Angkatan Bersenjata, termasuk rudal dan drone, telah cukup diamankan dan dipasok sebelum perang yang dipaksakan.

Baca Juga

Mengenai kesiapan Iran untuk kemungkinan kelanjutan perang, Brigadir Jenderal Reza Talaei Nik mengatakan, kemampuan angkatan bersenjata sedang meningkat.

"Di luar kekuatan tempur dan pemanfaatan taktik dan teknik yang berkembang, dukungan logistik Kementerian Pertahanan tetap aktif dan selaras dengan persyaratan peningkatan kekuatan pertahanan,” ujarnya dilansir laman IRNA, Selasa (14/4/2026). 

Menurut Jenderal Reza, cadangan strategis Angkatan Bersenjata, dalam hal kapasitas rudal dan drone, serta persenjataan dan peralatan lainnya, telah cukup dipasok sebelum konflik melalui kerja sama sektor swasta, perusahaan berbasis pengetahuan, Angkatan Bersenjata, dan Kementerian Pertahanan.

"Ini memastikan kemampuan untuk operasi ofensif dan defensif yang berkelanjutan dan efektif untuk mengalahkan musuh di masa depan,” kata juru bicara itu lebih lanjut pada hari Senin.

Juru bicara Kementerian Pertahanan menekankan bahwa selain dukungan logistik dan persenjataan, kementerian telah menyediakan seluruh keahlian teknisnya untuk Angkatan Bersenjata. 

Sulit untuk mengetahui secara akurat berapa misil dan drone yang dimiliki Iran. Militer Israel dilaporkan DW memperkirakan jumlahnya sekitar 2.500 sebelum perang. Sementara beberapa ahli independen memperkirakan jumlahnya mencapai 6.000.

"Bagaimanapun, sebelum perang, Iran memiliki persenjataan terbesar dan paling beragam di Timur Tengah," demikian menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS.

Lembaga think tank Center for Strategic and International Studies mengatakan bahwa persenjataan tersebut termasuk rudal balistik seperti: Sejjil, Ghadr, dan Khorramshahr dengan jangkauan 2.000 kilometer (1.242 mil), Emad (1.700 km), Shahab-3 (1.300 km), dan Hoveyzeh (1.350 km).

Matthew Powell, seorang dosen Studi Kekuatan Udara dari Universitas Portsmouth di Inggris, mengatakan kepada DW pada awal Februari bahwa Iran memiliki sekitar 80.000 drone Shahed. Sulit untuk memastikan berapa banyak yang telah digunakan dalam perang yang sedang berlangsung.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement