Selasa 14 Apr 2026 21:35 WIB

Protes Barcelona Ditolak UEFA, Kontroversi Wasit Warnai Duel Lawan Atletico

Barcelona akan bertandang ke markas Atletico dini hari nanti.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Wasit Istvan Kovacs (kiri) mengacungkan kartu merah kepada bek Barcelona Pau Cubarsi (kanan) dalam pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona, Kamis (9/4/20256) dini hari WIB.
Foto: EPA/Siu Wu
Wasit Istvan Kovacs (kiri) mengacungkan kartu merah kepada bek Barcelona Pau Cubarsi (kanan) dalam pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona, Kamis (9/4/20256) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — UEFA resmi menolak protes yang diajukan FC Barcelona terkait keputusan wasit dalam kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA, tengah pekan lalu.

Kontroversi bermula saat Barcelona merasa berhak mendapatkan penalti. Insiden terjadi ketika kiper Atletico, Juan Musso, diduga menghidupkan kembali bola dari tendangan gawang sebelum terjadi sentuhan tangan oleh bek di dalam kotak penalti. Namun, wasit Istvan Kovacs memutuskan untuk melanjutkan permainan tanpa intervensi VAR.

Baca Juga

Merasa dirugikan, Barcelona mengajukan keluhan resmi. Namun, Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA menyatakan bahwa protes tersebut tidak dapat diterima.

“Protes yang diajukan FC Barcelona terkait keputusan wasit dinyatakan tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi UEFA, Selasa (14/4/2026).

Keputusan ini memastikan hasil leg pertama tetap berlaku, sekaligus menambah tensi jelang pertemuan kedua kedua tim. Barcelona dan Atletico Madrid dijadwalkan kembali bentrok pada leg kedua yang akan berlangsung Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Situasi ini menambah panas persaingan dua klub raksasa Spanyol tersebut, di tengah sorotan tajam terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi VAR di kompetisi elite Eropa. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement