REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengingatkan Pemerintah Indonesia bersikap hati-hati saat mengambil keputusan kerja sama. Termasuk mengenai kontrol lintas wilayah udara dengan Amerika Serikat (AS).
"Saya melihat juga respons dari Kemhan (Kementerian Pertahanan RI) yang menyatakan ini belum final, masih draf. Jadi, intinya kita harus hati-hati, ya, terhadap hal-hal seperti ini. Jangan ada kesan segala sesuatu yang diminta Amerika kita langsung setujui gitu, ya," kata Dino ditemui di sela-sela acara Middle Power Conference di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dino menuturkan bahwa dalam mengambil kebijakan, sebaiknya Pemerintah tidak mengambil kebijakan yang bersifat appeasement. Yakni kebijakan diplomatik yang memberikan konsesi atau kelonggaran kepada negara yang agresif guna menghindari konflik bersenjata atau perang.
"Bagi negara middle power, yang penting apa, jangan mengambil kebijakan appeasement. Appeasement itu supaya menghindari tekanan, kita menyetujui segala hak yang diusulkan mereka," jelas Dino.
Oleh karena itu, Dino kembali mengingatkan agar Pemerintah berhati-hati supaya tetap berada dalam pengamatan.
"Pemerintah harus hati-hati sekali. Setiap negara pasti akan mencoba sesuatu. Kita harus hati-hati. Kita jangan seperti kecolongan saja," ujarnya.