Selasa 14 Apr 2026 15:26 WIB

Takut Diserang Milisi Pro-Iran, Kapal Induk AS Kelilingi Afrika untuk Sampai ke Timur Tengah

Kapal induk itu tak melintasi Selat Gibraltar untuk menuju Laut Mediterania.

Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68).
Foto: US Navy
Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kapal induk Amerika Serikat USS George H.W. Bush beserta kapal pengawalnya berlayar mengelilingi Afrika bagian selatan di tengah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil dengan menghindari Laut Merah dan Bab el-Mandeb guna mengantisipasi kemungkinan serangan dari kelompok Houthi. Demikian dilaporkan USNI News, Senin (13/4) dengan mengutip pejabat pertahanan.

Baca Juga

Menurut laporan, demi alasan keamanan, kapal induk tersebut tidak melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania, yang biasanya menjadi jalur umum bagi kapal induk berbasis Pantai Timur AS menuju Timur Tengah.

Laporan tersebut menyebutkan kapal kini bersiap bergabung dengan kekuatan angkatan laut yang terus bertambah di Laut Arab.

Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Pusat AS mulai memberlakukan blokade di jalur perairan Selat Hormuz  sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Donald Trump setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara/Sputnik/Oana
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement