Senin 13 Apr 2026 20:01 WIB

Pengadaan Laptop Hingga Kaus Kaki Disorot Publik, Kepala BGN: Tidak Sebanyak yang Disebutkan

Pengadaan barang-barang tersebut bagian dari operasional program MBG.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Andri Saubani
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Foto: BPMI Setpres
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengadaan barang yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik. Pasalnya, anggaran yang digunakan untuk pengadaan sejumlah barang, mulai dari kaus kaki, laptop, dan alat makan, dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasarannya.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan barang-barang tersebut memang ada sebagai bagian dari kebutuhan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menilai, jumlah pengadaan barang yang dilakukan tidak sebesar yang ramai diberitakan.

Baca Juga

"Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar," kata dia melalui keterangannya, Senin (13/4/2026).

Menurut Dadan, pengadaan kaus kaki, laptop, dan alat makan, dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Ia membantah adanya pengadaan barang-barang itu dalam jumlah fantastis seperti yang beredar.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025, pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya dilakukan sebanyak 5.000 unit. “Pengadaan laptop bukan 32 ribu unit seperti yang beredar, tetapi hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025,” kata dia.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement