REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AC Milan menelan kekalahan telak saat menjamu Udinese. Bermain di San Siro pada pekan ke-32 Serie A Liga Italia, Milan takluk 0-3, Sabtu (11/4/2026) waktu setempat.
Pelatih Massimiliano Allegri berbicara lugas usai laga. Ia tak menutupi kenyataan pahit yang dihadapi timnya.
“Ini momen sulit bagi tim. Kami telah kalah tiga dari empat pertandingan terakhir dan gagal mencetak gol dalam empat pertandingan selama paruh kedua musim. Jika Anda berada di empat besar, tidak mencetak gol dalam empat pertandingan tidak cukup baik,” kata Allegri, dikutip dari Football Italia, Ahad (12/4/2026).
Milan sebenarnya mencoba mengambil inisiatif sejak awal. Namun, serangan mereka tumpul. Tidak ada peluang berbahaya yang benar-benar menguji lawan.
Udinese justru lebih efektif. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-27 lewat gol bunuh diri Davide Bartesaghi. Tekanan terus berlanjut.
Gol kedua lahir pada menit ke-37. Umpan Nicolo Zaniolo disambut sundulan Jurgen Ekkelenkamp. Milan tertinggal 0-2 saat turun minum.
Allegri menyoroti buruknya organisasi lini belakang. “Kami bertahan dengan tidak terorganisasi karena terlalu terburu-buru. Pada gol kedua, kami tiga lawan satu. Kami perlu kembali terorganisir dan berpikiran jernih, karena kami masih memiliki setiap kemungkinan untuk lolos ke Liga Champions,” kata dia.
Memasuki babak kedua, Milan tak kunjung membaik. Serangan mereka mudah dipatahkan. Sebaliknya, Udinese menambah gol pada menit ke-71 melalui Arthur Atta.
Skor 3-0 bertahan hingga akhir. San Siro pun dipenuhi kekecewaan.