Kamis 09 Apr 2026 20:27 WIB

Sinyal Kuat UEA Ogah Usir Pangkalan Militer AS dari Negaranya, Singgung Ancaman Iran

Dubes UEA memastikan tidak ada rudal yang dilepaskan dari negaranya ke Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste dan ASEAN, H.E. Abdulla Salem AIDhaheri memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (8/4/2026)
Foto: Teguh Republika
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste dan ASEAN, H.E. Abdulla Salem AIDhaheri memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (8/4/2026)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Uni Emirat Arab memberi sinyal kuat untuk tetap mempertahankan pangkalan Amerika Serikat di negara tersebut. Pangkalan itu dinilai bukanlah menjadi ancaman buat Iran.

"Ya pangkalan itu tidak menjadi ancaman buat Iran, karena kami menjamin bahwa tidak ada misil dari teritori kami yang digunakan untuk menyerang Iran," ujar Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste dan ASEAN, H.E. Abdulla Salem AIDhaheri, Rabu (8/4/2026) malam saat menjawab pertanyaan Republika soal permintaan Iran untuk menutup pangkalan AS di Timteng.

Baca Juga

Selama ini Iran menganggap bahwa pangkalan AS di negara-negara Teluk telah menjadi ancaman. Pangkalan ini dinilai digunakan Paman Sam sebagai salah satu basis kekuatan buat melancarkan agresi ke Teheran.

Di Uni Emirat Arab (UEA), AS punya basis militer di pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi, yang menampung sekitar 5.000 personel militer.

Pangkalan ini dinilai krusial untuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengisian bahan bakar udara.  "Lantas bagaimana ancaman Iran terhadap kami, apa yang harus kami lakukan," kata Dubes bertanya-tanya.

Ia menganggap jika Iran menghargai tetangganya, maka akan ada perdamaian. Sebaliknya, bila tidak ada penghargaan itu, maka itu akan sulit. "Jadi kami menghargai tetangga kami begitu juga tetangga kami harus menghargai," katanya.

Dubes menegaskan, serangan AS ke Iran dilancarkan lewat kapal induk maupun selam. Pun serangan yang dilancarkan lewat jet tempur.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement