REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mewacanakan untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua. Revitalisasi itu dilakukan agar kawasan itu bisa lebih menarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, kawasan Kota Tua bakal dijadikan transit oriented development (TOD) yang terhubung dengan berbagai moda transportasi publik. Salah satunya adalah dengan pengembangan MRT Fase 2 hingga Kota Tua, yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2029.
"Begitu MRT selesai sampai Kota Tua di tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda. Maka dari sekarang, TOD untuk Kota Tua sudah kami persiapkan, termasuk di dalamnya adalah kemudahan untuk transportasi," kata dia di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Selain MRT, Pramono mengungkapkan, PT KAI juga bakal mengaktifkan jalur baru KRL ke kawasan Kota Tua. Ia mengaku sudah melakukan pembahasan dengan PT KAI terkait rencana itu. Bahkan, rencana mengaktifkan jalur baru KRL itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. "Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai," kata dia.
Ia mengungkapkan, jalur baru itu bukan dengan membangun lintasan baru, melainkan memanfaatkan lintasan lama yang selama ini belum digunakan untuk KRL. Lintasan dari kawasan Tanjung Priok hingga Rawajati itu disebut melewati Kota Tua dan Jakarta International Stadium (JIS).
"Kurang lebih lintasan lama, tapi dibuat listrik, yang dulu tidak pernah termanfaatkan lewat Kota Tua, kemudian ke Tanjung Priok dan sebagainya, lewat JIS dan sebagainya," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram