Kamis 09 Apr 2026 18:02 WIB

Timnas Indonesia Waspadai Vietnam di Semifinal ASEAN Futsal Championship 2026

Vietnam tampil konsisten di bawah arahan pelatih Diego Giustozzi.

Pemain timnas futsal Indonesia Andres Dwi Persada putra melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Australia saat pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF Futsal 2026 di Nonthaburi Hall, Bangkok, Thailand, Rabu (8/4/2026). Indonesia berhasil mengalahkan Australia dengan skor 3-2 sekaligus menempatkan Indonesia sebagai juara grup dan lolos ke babak semifinal.
Foto: Dok FFI
Pemain timnas futsal Indonesia Andres Dwi Persada putra melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Australia saat pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF Futsal 2026 di Nonthaburi Hall, Bangkok, Thailand, Rabu (8/4/2026). Indonesia berhasil mengalahkan Australia dengan skor 3-2 sekaligus menempatkan Indonesia sebagai juara grup dan lolos ke babak semifinal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Nasional Futsal Indonesia bersiap menghadapi ujian berat melawan Vietnam pada babak semifinal ASEAN Futsal Championship atau Piala AFF Futsal 2026 di Nonthaburi Hall, Thailand, Jumat (9/4/2026).

Berstatus sebagai juara Grup B, skuad Garuda datang dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Vietnam tampil konsisten di bawah arahan pelatih Diego Giustozzi.

Baca Juga

Pelatih Futsal Indonesia Hector Souto menilai Vietnam sebagai tim solid dengan kerangka permainan yang terjaga sejak beberapa turnamen terakhir. Menurutnya, laga ini akan berlangsung dengan intensitas tinggi dan membutuhkan kesiapan taktik serta mental yang matang dari para pemain.

Souto juga menyoroti aspek kualitas wasit yang dinilainya akan cukup memengaruhi jalannya laga. “Saya melihat beberapa pertandingan, dan saya pikir level wasit tidak cukup bagus dengan cara mereka membiarkan permainan berjalan terlalu agresif. Ini hal terburuk karena yang paling penting adalah melindungi pemain,” ujar Souto.

Ia juga mendesak penggunaan teknologi Video Support (VS) dimaksimalkan demi keadilan dalam pertandingan.

“Jika kita memiliki alat penunjang, kita harus menggunakannya. Wasit juga harus melakukan analisis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka,” tegas Souto.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement