REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gencatan senjata antara Iran dan AS-Israel rapuh. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa pasukan AS akan tetap ditempatkan di sekitar Iran. Ia mengancam akan melakukan tindakan militer besar-besaran jika Teheran gagal memenuhi tuntutan Washington.
Menulis di media sosial pada Rabu malam, Trump mengatakan pasukan, pesawat, dan angkatan laut AS akan tetap berada di posisinya sampai apa yang ia sebut sebagai "KESEPAKATAN SEBENARNYA" dapat sepenuhnya diterapkan.
“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS… akan tetap berada di tempatnya di dalam dan sekitar Iran, sampai kesepakatan SEBENARNYA yang telah dicapai dipatuhi sepenuhnya,” tulis Trump di Truth Social.
“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi… ‘Penembakan akan dimulai,’ lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya.”
Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah gencatan senjata selama dua pekan antara Washington dan Teheran yang dimediasi oleh Pakistan.
Kesepakatan itu menghentikan pertempuran selama enam minggu dan untuk sementara menenangkan pasar global yang khawatir tentang gangguan di Selat Hormuz.
Namun seperti dilansir Aljazirah, bahasa Trump menggarisbawahi betapa cepatnya gencatan senjata itu dapat berantakan.
Lihat postingan ini di Instagram