Kamis 09 Apr 2026 16:17 WIB

Gencatan Senjata Rapuh, Trump Masih Membual akan Taklukan Iran, Israel tak Henti Gempur Lebanon

Trump menegaskan jet tempur AS masih berada di posisinya.

Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
Foto: EPA/WILL OLIVER / POOL
Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gencatan senjata antara Iran dan AS-Israel rapuh. Presiden Amerika Serikat Donald Trump  memperingatkan bahwa pasukan AS akan tetap ditempatkan di sekitar Iran. Ia mengancam akan melakukan tindakan militer besar-besaran jika Teheran gagal memenuhi tuntutan Washington.

Menulis di media sosial pada Rabu malam, Trump mengatakan pasukan, pesawat, dan angkatan laut AS akan tetap berada di posisinya sampai apa yang ia sebut sebagai "KESEPAKATAN SEBENARNYA" dapat sepenuhnya diterapkan.

Baca Juga

“Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS… akan tetap berada di tempatnya di dalam dan sekitar Iran, sampai kesepakatan SEBENARNYA yang telah dicapai dipatuhi sepenuhnya,” tulis Trump di Truth Social.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi… ‘Penembakan akan dimulai,’ lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya.”

Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah gencatan senjata selama dua pekan antara Washington dan Teheran yang dimediasi oleh Pakistan. 

Kesepakatan itu menghentikan pertempuran selama enam minggu dan untuk sementara menenangkan pasar global yang khawatir tentang gangguan di Selat Hormuz.

Namun seperti dilansir Aljazirah, bahasa Trump menggarisbawahi betapa cepatnya gencatan senjata itu dapat berantakan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement