Kamis 09 Apr 2026 06:24 WIB

Kepala BGN Jelaskan Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Asal Citeureup

Masuk anggaran 2025, motor listrik BGN direalisasikan 2026 lewat skema RPATA.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/8/2025) malam WIB.
Foto: BPMI Setpres
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/8/2025) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan komprehensif terkait beredarnya video sepeda motor berlogo BGN yang viral di media sosial. Klarifikasi itu sekaligus menegaskan komitmen transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, pengadaan motor listrik merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025, bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba. "Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga

Dadan menjelaskan, meskipun masuk dalam anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan berlangsung pada tahun 2026. Hal itu disebabkan proses akhir anggaran yang telah melalui mekanisme resmi pemerintah.

"Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit," jelas Dadan.

Selain itu, kata dia, BGN menekankan bahwa seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan," ucap Dadan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement