REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar drone dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra menanggapi temuan benda seperti drone bawah laut (UVV) yang diduga milik China. Seorang nelayan menemukannya saat mencari ikan di Perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Firman menjelaskan drone laut bentuknya seperti kapal selam mini namun tanpa awak dan dikendalikan dari jauh. UVV biasanya dilengkapi berbagai sensor.
"Pemanfaatannya bisa untuk pemantauan infrastruktur bawah laut, pemetaan laut dalam, penelitian biota laut atau bisa juga untuk misi penyelamatan bawah laut," kata Firman kepada Republika, Rabu (8/4/2026).
Firman menjelaskan drone laut dikendalikan dari jarak dekat. Sehingga drone itu tak mungkin dikendalikan langsung dari negara asalnya.
"Setahu saya kalau spesifikasi drone laut jarak kendalinya berkisar 100-300 meter dari operator bila menggunakan kabel. Bila tanpa kabel ada yang bisa sampai 1 kilometer," ujar Firman.
Tapi Firman tak mengetahui kalau ada drone generasi terbaru yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Sehingga ini mensinyalkan drone itu bisa saja dikendalikan di dalam wilayah RI.
"Kalau dikendalikan dari jarak ratusan/ribuan kilometer saya belum tahu ya apa ada yang bisa sejauh itu," ujar Firman.
View this post on Instagram