Senin 06 Apr 2026 17:32 WIB

Kramat Festival 2026 di Cape Town Gaungkan Warisan Syekh Yusuf, Pererat Ikatan RI-Afrika Selatan

Syekh Yusuf berperan besar dalam penyebaran Islam dan komunitas muslim di Afsel.

Musisi Makassar Andi Agussalim Ajudda menampilkan musik kecapi tradisional Makassar di Kramat Festival 2026, Cape Town, Afrka Selatan, yang berlangsung 3-5 April 2026.
Foto: KJRI Cape Town
Musisi Makassar Andi Agussalim Ajudda menampilkan musik kecapi tradisional Makassar di Kramat Festival 2026, Cape Town, Afrka Selatan, yang berlangsung 3-5 April 2026.

 

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE TOWN -- Warisan sejarah dan spiritual Syekh Yusuf Al-Makassari kembali digaungkan dalam gelaran Kramat Festival (KF) 2026 yang berlangsung pada 3–5 April di Macassar, sekitar satu jam dari Cape Town. Festival ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan budaya dan sejarah antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Demikian rilis Konjen RI di Capetown yang diterima Republika, Senin (5/4/2026). "Kramat Festival merupakan tradisi turun-temurun komunitas Muslim Cape Malay—keturunan Indonesia—yang telah berlangsung lebih dari dua abad," demikian pernyataan pers.

Awalnya, kegiatan ini berfokus pada ziarah ke makam Syekh Yusuf. Namun kini berkembang menjadi perayaan budaya yang diramaikan bazar, pawai, hingga pertunjukan seni yang mencerminkan kuatnya jejak Nusantara di Afrika Selatan.

Tahun ini, festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf yang telah masuk dalam agenda UNESCO Anniversary 2026. Momentum ini sekaligus mempertegas posisi Syekh Yusuf sebagai tokoh penghubung sejarah kedua bangsa.

Jejak sejarah tersebut tidak lepas dari masa kolonial VOC, ketika Syekh Yusuf diasingkan ke Afrika Selatan. Di tanah pengasingannya, ia berperan besar dalam penyebaran Islam dan pembentukan identitas komunitas Muslim Cape Malay. Hingga kini, pengaruh budaya Indonesia masih terasa, mulai dari kosakata seperti “puasa” dan “lebaran” hingga tradisi keagamaan yang diwariskan lintas generasi.

photo
Pengunjung menyaksikan penampilan budaya Indonesia di Kramat Festival 2026 yang berlangsung 3-5 April 2026. - (KJRI Cape Town)

Dalam rangkaian festival, Indonesia menghadirkan beragam program budaya. Tarian Saman dari Aceh, Dendang Mangkassara, hingga Cokek dari Banten ditampilkan oleh EOAN Group. Selain itu, seorang musisi Makassar turut mempersembahkan musik kecapi dengan syair yang mengisahkan perjalanan hidup Syekh Yusuf—dari masa kecil hingga pengasingan.

Tak hanya seni pertunjukan, promosi kuliner Nusantara juga menjadi daya tarik. Pengunjung diperkenalkan dengan hidangan khas seperti pisang ijo dan coto Makassar melalui demonstrasi langsung oleh chef Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga membuka Indonesia Information Centre yang menyediakan informasi mengenai beasiswa, pembelajaran Bahasa Indonesia, hingga peluang investasi dan layanan konsuler bagi masyarakat setempat.

Sebagai bagian dari diplomasi budaya, festival ini turut menghadirkan pemutaran film dokumenter dan animasi tentang Syekh Yusuf, termasuk kisah perjuangannya hingga diasingkan ke Afrika Selatan. Agenda ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Festival Film Indonesia di Afrika Selatan 2026.

Kramat Festival 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga platform strategis diplomasi Indonesia. Melalui festival ini, Indonesia memperkuat hubungan people-to-people serta merawat ikatan sejarah yang telah terjalin selama ratusan tahun antara kedua bangsa.

sumber : Rilis
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement