Selasa 07 Apr 2026 14:27 WIB

KPK Panggil Lagi Bos Rokok HS Suryo Usai Mangkir terkait Perkara Bea Cukai

Suryo mangkir dari panggilan penyidik KPK pada Kamis (2/4/2026).

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. KPK memastikan akan memanggil ulang bos rokok merek HS sekaligus pendiri Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo. Suryo mangkir dari panggilan penyidik KPK pada Kamis (2/4/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. KPK memastikan akan memanggil ulang bos rokok merek HS sekaligus pendiri Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo. Suryo mangkir dari panggilan penyidik KPK pada Kamis (2/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memanggil ulang bos rokok merek HS sekaligus pendiri Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo. Suryo mangkir dari panggilan penyidik KPK pada Kamis (2/4/2026).

Suryo rencananya diperiksa KPK menyangkut dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai. "KPK akan melakukan koordinasi, komunikasi dengan yang bersangkutan untuk pemenuhan penjadwalan pemeriksaan berikutnya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Selasa (7/4/2026).

Baca Juga

KPK menyebut terdapat informasi yang perlu dijelaskan Suryo mengenai perkara Bea Cukai. Tapi KPK masih merahasiakan data mana yang dimaksud itu. 

“Pada prinsipnya keterangan informasi dari setiap saksi pastinya dibutuhkan oleh penyidik untuk kemudian bisa mengungkap perkara ini menjadi lebih terang ya,” ujar Budi.

Dalam proses penyidikan, KPK mengusut prosedur pengurusan cukai oleh para pengusaha rokok. Hal ini guna mengidentifikasi adanya dugaan penyimpangan dan mengonfirmasi temuan dari hasil penggeledahan kasus tersebut. 

“Penyidik mendalami bagaimana prosedur pengurusan cukai, sehingga dapat dilihat apakah terdapat penyimpangan dan dikaitkan dengan temuan saat penggeledahan,” ujar Budi. Kasus ini ialah pengembangan dari kasus dugaan suap terkait importasi di Ditjen Bea dan Cukai. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement