Selasa 07 Apr 2026 12:41 WIB

Iran Gertak Balik Trump: Menyerah dalam 20 Jam atau Sekutu AS di Kawasan Kembali ke Zaman Batu

Iran menegaskan menolak tunduk pada gertakan dan ancaman dari Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump (tengah), bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan), saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
Foto: EPA/WILL OLIVER / POOL
Presiden AS Donald Trump (tengah), bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan), saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang penasihat dari juru bicara Parlemen Iran mengeluarkan ultimatum balasan kepada Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk terhadap ancaman. Ia bahkan mengingatkan bahwa sekutu AS di kawasan akan "dikirim ke Zaman Batu" jika Washington tidak menyerah.

"Adalah Trump yang memiliki waktu 20 jam untuk menyerah kepada Iran atau sekutu-sekutunya akan kembali ke Zaman Batu. Kami tidak akan tunduk," kata Mahdi Mohammadi, penasihat dari Mohammad Bagher Ghalibaf, dikutip News 18, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga

Pertanyaan Mohammadi itu menegaskan bahwa kepemimpinan di Iran tidak tunduk pada peringatan dan ancaman Trump. Diketahui, Trump memberikan batas waktu hingga Selasa malam waktu Washington (Rabu WIB) agar Iran mencapai kesepakatan dan membuka Selat Hormuz, atau AS akan meledakkan semua pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

 

Namun pada Senin, Trump tetap berharap dapat menghindari serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan Iran, dengan tenggat waktu yang semakin dekat. "Saya harap saya tidak perlu melakukannya," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang ancamannya sebelumnya untuk menyerang sejumlah sasaran di Iran.

Trump menambahkan bahwa saat ini adalah periode kritis dan tindakan AS di masa depan akan bergantung pada respons Iran. Ia pun menegaskan bahwa dia memiliki rencana pasti untuk menyelesaikan konflik Iran, tetapi dia tidak akan mengungkapkannya kepada publik.

"Saya punya rencana terbaik, tapi saya tidak akan memberi tahu Anda apa rencana saya,"

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement