Senin 06 Apr 2026 20:16 WIB

Beri Pengarahan di Serang, Wamen Imipas Tekankan Perbaikan Kinerja dan Penguatan Organisasi

Perubahan kinerja harus dimulai dari perubahan pola pikir.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim saat memberikan pengarahan kepada jajaran Imigrasi Cilegon di Serang, Banten.
Foto: Imigrasi Cilegon
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim saat memberikan pengarahan kepada jajaran Imigrasi Cilegon di Serang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG — Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menekankan pentingnya kecepatan pengambilan keputusan dan penguatan kualitas sumber daya manusia dalam tubuh organisasi. Pesan itu disampaikan di hadapan jajaran Imigrasi Cilegon saat pengarahan di Lapas Kelas IIA Serang dan Rutan Kelas IIB Serang.

Kepala Kantor Imigrasi Cilegon Aditya Triputranto bersama jajaran mengikuti kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat kinerja organisasi dan pelayanan publik.

Baca Juga

Silmy Karim mengatakan, pimpinan harus mampu mengompilasi harapan dan menerjemahkannya menjadi langkah konkret. Ia menekankan keputusan tidak boleh lambat selama masih dalam koridor kewenangan, serta kualitas SDM menjadi fondasi utama organisasi.

“Organisasi yang sehat lahir dari SDM yang sehat dan profesional,” kata Silmy Karim.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi aktif di internal organisasi untuk mendorong perbaikan kinerja. Silmy Karim menjelaskan, hambatan seperti lambatnya respons, sulitnya akses pimpinan, hingga ide yang tidak tersampaikan harus dihilangkan.

Menurut dia, komunikasi dan logistik menjadi dua faktor penentu keberhasilan organisasi. Pimpinan juga diminta melihat organisasi secara utuh, bukan hanya dari perspektif individu.

Silmy Karim menegaskan, perubahan kinerja harus dimulai dari perubahan pola pikir. Ia mengatakan, hasil berbeda tidak akan tercapai jika metode kerja yang digunakan masih sama.

Dalam sektor pemasyarakatan, ia menyoroti persoalan overkapasitas lapas dan rutan yang membutuhkan solusi konkret dan terukur. Kolaborasi antar pimpinan unit pelaksana teknis dinilai menjadi kunci untuk mengatasi persoalan tersebut tanpa mengorbankan kualitas organisasi.

Menutup arahannya, Silmy Karim mengingatkan pentingnya disiplin dan pembinaan pegawai, termasuk hal mendasar seperti kerapihan. Ia meminta seluruh jajaran memperkuat sinergi untuk membangun organisasi yang profesional dan meningkatkan kepercayaan publik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement