REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh serta kewaspadaan tinggi dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Iftitah yang pernah bertugas di Lebanon pada 2006, menyebut, tantangan utama menjadi pasukan Unifil ialah tingginya ketidakpastian.
"Kalau saya sampaikan tadi ancamannya adalah ketidakpastian, maka tantangannya adalah bagaimana kita selalu waspada karena eskalasi konflik dapat meningkat sewaktu waktu, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan dan kemampuan pengambilan keputusan yang tepat oleh setiap prajurit di lapangan," kata Iftitah dalam siaran pers di Jakarta pada Senin (6/4/2026).
Hal itu disampaikan Iftitah sekaligus menyampaikan duka cita kepada tiga personel TNI yang gugur di Lebanon. Mereka adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur di Lebanon selatan, saat bertugas di bawah naungan Unifil.
Iftitah yang berpangkat Kapten menjelaskan, saat ia bertugas pada 2006-2007, situasi keamanan di Lebanon sangat dinamis pascaperang 34 hari. Dia menyebut, tugas pasukan perdamaian tidak sesederhana yang terlihat.
"Tugas dari pasukan perdamaian sebetulnya adalah menjaga perdamaian itu sendiri. Namun, di balik kesederhanaan tersebut, pelaksanaannya di lapangan tidak semudah itu," ujar Iftitah.
Rekomendasi
-
Ahad , 16 Aug 2026, 12:16 WIB
Tujuh Pemain Terancam Absen pada Duel Community Shield Arsenal Vs Man City Malam Ini
-
-
Ahad , 16 Aug 2026, 12:04 WIBMaknai Kemerdekaan: Menapaki Peran Umat Islam dalam Kemerdekaan Indonesia
-
Ahad , 16 Aug 2026, 11:57 WIBKorban Tewas Gempa Kolombia Capai 294 Orang
-
Ahad , 16 Aug 2026, 11:32 WIBBNPB: Pemprov NTT Siapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa
-
Ahad , 16 Aug 2026, 10:56 WIBMU Gagal Pertahankan Keunggulan atas Milan Setelah Unggul Dua kali, Carrick: Kami tak Main Bagus
-




