Ahad 05 Apr 2026 16:50 WIB

Iran Peringatkan Dampak Serangan AS dan Israel ke PLTN Bushehr Bisa Hancurkan Negara Teluk

PLTN Bushehr menjadi sasaran serangan AS dan Israel yang membuat satu pekerja tewas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Foto: POOL/EPA
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa dampak radioaktif dari serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr berpotensi menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara kawasan Teluk Persia. Ia menegaskan, ancaman tersebut justru tidak akan memengaruhi Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Sabtu (4/4), menyusul laporan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. “Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran,” ujar Araghchi melalui media sosial X.

Baca Juga

Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa PLTN Bushehr menjadi sasaran serangan yang menyebabkan satu pekerja tewas. Serangan tersebut disebut terjadi dalam beberapa gelombang, termasuk pada 17, 24, dan 27 Maret.

Selain Bushehr, Iran juga melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lain, seperti Natanz pada 1 dan 21 Maret, fasilitas air berat di Khondab pada 27 Maret, serta pabrik konsentrat uranium di Ardakan. Teheran menuding Washington dan Tel Aviv berada di balik rangkaian serangan tersebut.

Ketegangan meningkat sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement