Sabtu 04 Apr 2026 22:50 WIB

Doa dan Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Mayor Zulmi di Cimahi

Suasana duka menyelimuti rumah almarhum saat jenazah tiba pada Sabtu malam.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Gita Amanda
Sejumlah prajurit TNI membawa peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) seusai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer dan persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah prajurit TNI membawa peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) seusai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer dan persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Jenazah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tiba di rumah duka di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu (4/4/2026) malam.

Berdasarkan pantauan Republika di lokasi, jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 21.15 WIB menggunakan ambulans militer. Ratusan warga dan kerabat menyambut kedatangan jenazah Mayor Inf Anumerta dengan lantunan doa dan tangis. Setibanya di lokasi, jenazah almarhum yang berada dalam peti dan dibalut bendera Merah Putih itu langsung dibawa ke dalam rumah duka.

Baca Juga

Sang istri tercinta, Habibah Apriliani, yang menjemput langsung almarhum suaminya dari Jakarta tak kuasa menahan tangis kala peti jenazah dikeluarkan dari dalam ambulans dan digotong anggota Kopassus. Setelah itu, dilakukan sholat jenazah secara bergantian karena keterbatasan tempat.

"Jenazah almarhum adik kami, Zulmi, alhamdulillah sudah tiba di rumah duka," kata kakak sepupu mendiang Zulmi, Risman Effendi, di lokasi.

Pihak keluarga mengizinkan semua warga dan kerabat untuk ikut serta menyalatkan jenazah almarhum Mayor Inf Anumerta Zulmi. Hanya saja, pelaksanaannya dilakukan secara bergantian karena keterbatasan tempat. "Untuk sholat jenazah harus bergantian karena tempatnya terbatas. Paling hanya 15 orang," ucap Risman.

photo
Sejumlah prajurit TNI membawa peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) seusai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). - (Republika/Thoudy Badai)

Jika tidak ada perubahan, jenazah Mayor Inf Anumerta Zulmi akan diberangkatkan menggunakan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka sebelum dilakukan pemakaman secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Ahad (5/4/2026) pagi.

Mayor Inf Anumerta Zulmi merupakan prajurit asal Kota Cimahi yang gugur dalam tugas misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin (30/3/2026) waktu Lebanon. Ia meninggal dalam peristiwa ledakan saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement