Sabtu 04 Apr 2026 14:35 WIB

Puluhan Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Tutup Dapur SPPG

Wakil Kepala BGN sampaikan permohonan maaf atas insiden ini.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Hasanul Rizqa
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan orang di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (3/4/2026). Mereka sampai-sampai harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyampaikan permohonan maaf atas insiden itu. Ia memastikan, pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga kondisinya kembali bisa pulih.

Baca Juga

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar dia dalam keterangan tertulis pada Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, sajian MBG yang didistribusikan untuk para siswa di sekolah itu dibuat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa Dua, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebagai tindak lanjut atas insiden itu, BGN juga langsung menghentikan operasional dapur tersebut.

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," kata dia.

Diketahui, insiden keracunan itu terjadi pada Kamis (2/4/2026). Ketika itu, terdapat laporan 36 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai menyantap MBG dengan menu spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Diduga, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu "gangguan kesehatan."

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement