Kamis 02 Apr 2026 16:28 WIB

Gubernur Lemhannas Dukung Penarikan Pasukan TNI dari Lebanon

Pemerintah telah meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk menginvestigasi kasus itu.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Sadzily mendukung langkah pemerintah untuk menarik pasukan TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil). Hal itu setelah tiga personel TNI gugur terkena serangan Israel. Dia juga mendorong dilakukan investigasi di lapangan.

"Sikap pemerintah Indonesia sudah sangat jelas ya bahwa pemerintah dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia telah meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk menginvestigasi terkait dengan tiga prajurit yang gugur sebagai Pasukan Perdamaian di Lebanon," ucap Ace di sela Musda Partai Golkar Jabar Ke-XI di Hotel Trans, Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga

Menurut Ace, investigasi wajib dilakukan untuk mengusut tuntas dan mengetahui siapa yang melakukan serangan. Dia menyebut, pasukan perdamaian harus dijaga keamanannya.

"Saya kira memang langkah pemerintah untuk menuntut agar akan mewacanakan, menarik pasukan perdamaian, saya kira itu langkah yang sangat tepat dalam rangka memastikan keamanan di wilayah-wilayah konflik," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement