Kamis 02 Apr 2026 05:48 WIB

Iran Luncurkan Serangan Terbesar ke Israel Sejak Awal Agresi

Serangan balasan tersebut menyangkal klaim AS bahwa militer Iran sudah dilumpuhkan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fitriyan Zamzami
Kebakaran di sebuah bangunan industri dan tanki bahan bakar di Kilang Minyak Israel terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Haifa, Israel.
Foto: REUTER
Kebakaran di sebuah bangunan industri dan tanki bahan bakar di Kilang Minyak Israel terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Haifa, Israel.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan kelanjutan Operasi Janji Sejari 4 gelombang ke-89. menyangkal klaim Presiden AS Donald Trump bahwa militer Iran telah dilumpuhkan, Korps Garda Revolusi Iran (IRHC) meluncurkan serangan besar-besaran sepanjang Rabu, menimbulkan sabuk api di wilayah Israel.

Serangan sejak Rabu didedikasikan bagi syahidnya Laksamana Alireza Tangsiri. Pernyataan juru bicara IRGC mengungkapkan bahwa kombinasi rudal berat dan presisi, yaitu Qiam, Emad, dan multi-hulu ledak Qadr, dikerahkan dalam operasi tersebut. 

Baca Juga

Menurut pernyataan itu, serangan rudal tersebut menciptakan sabuk api, yang membentang dari Ramat Gan hingga Holon, Palmachim, dan Bnei Brak, di sebelah timur Tel Aviv. 

Media Israel telah melaporkan kerusakan parah di wilayah yang disebutkan, serta korban jiwa yang dikonfirmasi. Operasi Iran telah memberlakukan kewaspadaan tinggi di kalangan pemukim ilegal, ketika mereka bersiap menghadapi eskalasi lebih lanjut. 

Gangguan yang signifikan dilaporkan terjadi, sementara jutaan pemukim bergegas mencari perlindungan, menyebabkan kekacauan yang meluas dan kemacetan jalan besar. Pada saat yang sama, upaya untuk memasuki tempat penampungan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, terutama menjelang hari raya Paskah Yahudi. 

Pada saat yang sama, operasi rudal dan drone terus menyerang sasaran-sasaran mulai dari utara hingga selatan yang diduduki, sementara sebagian besar kemampuan militer IRGC masih belum dikerahkan dan akan diaktifkan secara bertahap dalam beberapa hari mendatang.

 

photo
Kerusakan yang terjadi di Rosh Haayin setelah serangan rudal Iran, 1 April 2026. - (Damkar Israel)

Sebelumnya pada Rabu, media Israel melaporkan bahwa gelombang rudal terbaru Iran, yang terdiri dari setidaknya 10 rudal balistik, diluncurkan ke Tel Aviv termasuk yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir. 

Gelombang ini terjadi ketika peluncuran dari Iran, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman terus meningkat intensitasnya. Serangan tersebut dilaporkan berdampak langsung dan mengakibatkan korban jiwa, termasuk runtuhnya sebuah bangunan di Petah Tikva, sementara beberapa kendaraan terbakar. 

Dampak yang lebih besar dilaporkan di Ramat Gan dan Holon. Selain itu, kerusakan parah dilaporkan terjadi di Rosh Haayin, tempat serangan rudal Iran. Saat sirene berbunyi di seluruh Tel Aviv, siaran langsung terhenti, dan wartawan di studio i24 harus menghentikan siaran untuk mencari perlindungan. Liputan dialihkan ke koresponden eksternal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement