Rabu 01 Apr 2026 06:39 WIB

UGM dan Ewindo Perkuat Bank Genetik Sayuran

UGM dan Ewindo berkolaborasi untuk lestarikan plasma nutfah.

Kerja sama UGM dan Ewindo.
Foto: Antara
Kerja sama UGM dan Ewindo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai fondasi utama pertanian, benih unggul memegang peranan penting dalam sistem pangan nasional yang menentukan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta kualitas hasil panen.

Salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan tersebut diwujudkan melalui pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran yang dikelola secara kolaboratif oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT East West Seed Indonesia (Ewindo).

Melalui kerja sama yang telah berlangsung sejak 2018 dan diperkuat kembali pada 1 April 2026, kedua institusi berkomitmen untuk mencegah erosi genetik, menjaga kekayaan genetik tanaman asli Indonesia (plasma nutfah), sekaligus mendorong hilirisasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah ini menjadi semakin penting di tengah laju erosi genetik yang terjadi secara global akibat modernisasi pertanian dan hilangnya varietas lokal. Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 2.000 aksesi kekayaan genetik tanaman lokal Indonesia berhasil dikoleksi, mencakup berbagai jenis sayuran seperti tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, dan cabai.

Koleksi ini menjadi representasi penting dari kekayaan biodiversitas Indonesia yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Setiap aksesi yang tersimpan merepresentasikan potensi solusi bagi tantangan pertanian—mulai dari ketahanan terhadap iklim ekstrem hingga peningkatan produktivitas pangan.

Bank Genetik Sayuran tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benih, tetapi juga sebagai pusat konservasi aktif yang memastikan benih-benih lokal tetap lestari melalui proses perbanyakan dan evaluasi. Keberadaannya menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman erosi genetik yang dapat berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan bahwa penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting di tengah modernisasi pertanian dan hilangnya tanaman varietas lokal.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement