REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama istri melakukan takziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2025). Panglima tiba sekitar pukul 12.35 WIB, di kediaman personel TNI yang gugur sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil) tersebut.
Pantauan Republika di lokasi, kedatangan orang nomor satu di TNI tersebut langsung disambut pihak keluarga, yang tak kuasa menahan tangis. "Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Ini adalah prajurit-pranurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon," kata Jenderal Agus kepada wartawan.
Selain Kapten Zulmi, dua personel TNI lainnya yang gugur adalah Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadhon. Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan semua hak yang bakal didapatkan ketiga personel TNI yang gugur di medan tugas.
Di antaranya, santunan risiko kematian khusus (SRKK) dari PT ASABRI hingga beasiswa untuk anak-anak prajurit. "Dari ASABRI akan diberikan Rp 350 juta, beasiswa untuk anak-anaknya Rp 30 juta, sekolah akan diperhatikan sampai besar dan gaji 12 bulan 100 persen diberikan. Jaminan hari tua dihitung terhitung mulai tugas," ucap Agus.
Selain itu, menurut Agus, ketiga personel TNI yang gugur di Lebanon juga juga bakal mendapapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atau Kenaikan Pangkat Anumerta. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan mereka membawa nama bangsa. "Kami memberikan KPLB kepada seluruhnya," ujarnya.