Rabu 01 Apr 2026 06:24 WIB

Singapura tak Ambil Tindakan Dua Warganya Disebut Gabung Tentara Israel

Laporan CNA, hampir 200 warga Asia Tenggara bertugas di militer Israel.

Ikon Singapura patung Merlion yang berada di kawasan Marina Bay Sands.
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Ikon Singapura patung Merlion yang berada di kawasan Marina Bay Sands.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Hampir 200 warga Asia Tenggara, termasuk dua warga Singapura, bertugas di militer Israel. Laporan Channel News Asia (CNA) baru-baru merujuk data organisasi sipil Israel mengungkapkan, terdapat 111 warga Filipina, 71 warga Thailand, empat warga Vietnam, dua warga Singapura, dan satu warga Indonesia terdaftar di Angkatan Pertahanan Israel (IDF) hingga Maret 2025.

Kementerian Dalam Negeri (MHA) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Singapura pun melakukan klarifikasi pada 24 Maret 2026. Hasilnya, dua warga Singapura menjadi sukarelawan di Korps Sukarelawan Sar-El pada Desember 2016, selama sekitar dua pekan.

Baca Juga

Salah seorang tersebut kemudian menerbitkan postingan blog yang mendorong kegiatan sukarelawan dengan organisasi Israel tersebut, yang diklaim tidak terlibat dalam aktivitas militer apa pun dengan IDF.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement