Selasa 31 Mar 2026 18:28 WIB

Gattuso Waspadai Bosnia yang Dilatih Pemain Poker dan Penyerang Gaek Edin Dzeko

Meski sudah 40 tahun, Dzeko dianggap masih punya insting tajam di depan gawang.

Edin Dzeko
Foto: EPA-EFE/MATTEO BAZZI
Edin Dzeko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih timnas Italia Gennaro Gattuso mewaspadai tuan rumah Bosnia dan Herzegovina yang dilatih seorang pemain poker Sergej Barbarez di final playoff Jalur A Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Laga berlangsung di Stadion Bilino Polje di Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

"Dia (Barbarez) pemain poker yang hebat. Dia cerdas dan mengerti isi kepala para pemainnya," ujar Gattuso, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Selasa (31/3/2026).

Baca Juga

Barbarez memang aktif berkompetisi di dunia poker sejak pensiun sebagai pesepak bola pada 2008. Dia kerap mengikuti beberapa turnamen poker tingkat dunia.

Juru taktik berusia 54 tahun itu pun sempat menyebut, dengan sedikit bercanda, bahwa timnya akan parkir bus andai mampu memimpin pertandingan.

Menanggapi hal itu, Gattuso menegaskan skuadnya siap dengan semua kemungkinan. Azzurri, kata dia, tidak akan mencari-cari alasan atas apa pun yang terjadi saat pertandingan.

"Apa pun yang terjadi, saya yang akan bertanggung jawab, meski itu menjadi pukulan berat kalau berupa hasil buruk. Namun, saat ini tim dalam kondisi fokus dan tenang," kata dia.

Terkait kualitas pemain Bosnia dan Herzegovina, Gattuso menyoroti satu nama, yakni penyerang gaek Edin Dzeko. Meski sudah berusia 40 tahun, Dzeko dianggap masih memiliki insting tajam di depan gawang.

Dzeko pemain dengan segudang pengalaman karena pernah membela klub-klub ternama seperti Manchester City, AS Roma dan Inter Milan. Ia mengoleksi lebih dari lima trofi juara.

"Dua penyerang mereka termasuk Dzeko mempunyai pergerakan bagus untuk menerima umpan silang. Saya berhubungan baik dengan Dzeko. Dia seorang profesional, sang juara dan orang yang baik," kata Gattuso.

Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnaruma menambahkan, dia dan rekan-rekannya merasakan tekanan untuk membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026.

Italia terakhir kali lolos ke Piala Dunia pada edisi 2014. Setelah itu, mereka absen dua kali berturut-turut yakni tahun 2018 dan 2022.

"Kami juga manusia yang merasakan tekanan. Namun, kami mesti menyimpan energi untuk pertandingan. Kami akan memberikan segalanya di lapangan. Itu akan menjadi laga yang sengit," ujar Donnaruma.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement