REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Jagat sepak bola internasional kembali diguncang kontroversi setelah sebuah video yang memperlihatkan pemain profesional Israel, Menashe Zalka, ikut serta dalam operasi militer di Lebanon Selatan beredar luas.
Aksi Zalka yang menjadi kapten di klub Hapoel Hadera memicu gelombang kemarahan dari pecinta sepak bola yang kini menuntut FIFA untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
Dalam video yang diverifikasi oleh Al Jazeera dan diunggah oleh Channel 14 Israel pada Sabtu lalu, Zalka tampak mengenakan seragam militer lengkap. Pemain berusia 35 tahun itu terlihat memberondongkan tembakan dari senapan mesin dan melempar granat dari sebuah bangunan yang rusak di pemukiman warga di Lebanon Selatan.
Zalka bermain di kasta tertinggi Liga Israel. Dia tercatat sebagai anggota komponen cadangan di brigade paraterjun militer Israel. Sebelum invasi ke Lebanon, Zalka dikabarkan telah menghabiskan "ratusan hari" di garis depan dalam operasi genosida Israel di Jalur Gaza.
Keterlibatan aktif seorang atlet profesional dalam operasi militer tersebut tengah menjadi sorotan dunia. Apa yang dilakukan Zalka dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip netralitas dan kemanusiaan dalam olahraga. "Keterlibatan Zalka dalam serangan militer ini sama sekali tidak dapat diterima," tegas seorang pejabat sepak bola Palestina.