Senin 30 Mar 2026 14:23 WIB

Playoff Italia Vs Bosnia: Misi Kembali ke Piala Dunia

Gli Azzurri terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Para pemain timnas Italia (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/Tamas Kovacs
Para pemain timnas Italia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Italia dan Bosnia-Herzegovina akan berhadapan dalam laga playoff Piala Dunia 2026 yang sarat makna sejarah, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama berambisi mengakhiri puasa panjang untuk tampil di putaran final, sekaligus menghapus catatan pahit pada babak penentuan.

Pertemuan ini menjadi krusial, terutama bagi Italia yang berstatus juara dunia empat kali. Gli Azzurri terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah terakhir tampil pada edisi 2014. Kebetulan, ini juga satu-satunya penampilan Bosnia pada ajang tersebut.

Baca Juga

Italia memiliki rekam jejak buruk pada fase playoff dalam beberapa tahun terakhir. Mereka gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022. Sementara Bosnia juga mengalami nasib serupa, termasuk kegagalan di playoff Piala Dunia 2010 serta empat edisi terakhir Piala Eropa.

Namun, duel ini tak sekadar soal tiket ke Piala Dunia. Ada dimensi historis yang kuat, khususnya bagi Bosnia.

Sekitar tiga dekade lalu, Bosnia meraih kemenangan internasional pertamanya sebagai negara merdeka justru saat menghadapi Italia. Pertandingan tersebut berlangsung pada November 1996 di Sarajevo, tak lama setelah berakhirnya perang Bosnia.

Italia menjadi tim nasional pertama yang datang dan bermain di kota tersebut pascakonflik. Azzurri mengirim pesan bahwa Sarajevo telah aman untuk menggelar pertandingan internasional.

Di hadapan sekitar 40 ribu penonton, Bosnia menang 2-1 dalam laga yang melampaui sekadar sepak bola. Kemenangan itu menandai kehadiran Bosnia di panggung internasional, sekaligus menjadi momen emosional bagi bangsa yang baru bangkit dari konflik.

Kini, hampir 30 tahun berselang, kedua tim kembali bertemu dalam situasi berbeda dengan tekanan yang sama besarnya. Bagi Italia, kekalahan akan memperpanjang krisis dan memperdalam penurunan performa sejak terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia dua dekade silam.

Italia melaju ke final playoff setelah mengalahkan Irlandia Utara, sementara Bosnia memastikan tempat usai menang dramatis melalui adu penalti melawan Wales.

Persiapan Italia juga diwarnai oleh kendala cuaca. Salju dan hujan di Zenica membuat kondisi lapangan diragukan, sehingga tim asuhan Gennaro Gattuso memilih tetap berlatih di pusat pelatihan mereka di Coverciano.

Dengan sejarah panjang, tekanan besar, dan tiket Piala Dunia sebagai taruhannya, duel ini dipastikan berlangsung sengit dan emosional bagi kedua negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement