Selasa 24 Mar 2026 06:27 WIB

Kepada Turki, Iran Keluhkan 'Pengkhianatan' Negara-Negara Muslim Teluk

Iran menyesalkan pangkalan AS di negara Muslim dipakai menyerang Iran.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Fitriyan Zamzami
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menerima Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Riyadh pada hari Rabu (9/10/2024)
Foto: Saudi Press Agency
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menerima Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Riyadh pada hari Rabu (9/10/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran dan Turki menjalin kontak genting membahas perang di Timur Tengah (Timteng) yang terjadi akibat agresi Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Menteri Luar Negeri (Menlu) kedua negara itu, Abbas Araghchi dan Hakan Fidan melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2026) membahas tentang jalan keluar agar tak ada ketegangan lanjutan antara Iran dengan negara-negara tetangga Arab sesama muslim di kawasan panas tersebut.

Kantor berita IRNA melaporkan, Abbas Araghchi menyampaikan kepada Hakan Fidan tentang Zionis-AS yang memaksa Iran ke gelanggang peperangan. Tindakan Iran, kata Araghchi kepada Fidan merupakan pembelaan diri atas agresi Zionis-AS.

Baca Juga

“Kejahatan yang dilakukan oleh para agresor (Zionis-AS) terhadap Iran dan rakyat kami, terutama menyerang sekolah-sekolah, rumah sakit, dan daerah-daerah pemukiman, membuat Iran bertekad untuk membalas demi mempertahankan kedaulatan,” begitu kata Araghchi kepada Fidan.

Araghchi juga menyampaikan kepada Fidan tentang Iran yang tak punya pilihan untuk membalas agresi Zionis-AS dengan turut menghujani wilayah-wilayah di negara-negara Arab yang dijadikan pangkalan militer AS dalam menyerang Iran.

“Bahwa tindakan Iran terhadap pangkalan dan fasilitas-fasilitas militer para agresor di kawasan tersebut, merupakan hak inheren negara dalam membela diri dan mempertahankan eksistensi kebangsaan,” begitu ujar Araghchi. Kata dia melanjutkan, kemarahan negara-negara Arab terhadap Iran, sama dengan rasa kecewa Teheran terhadap negara-negara Teluk itu.

Sebab kata Araghchi kepada Fidan, tak semestinya negara-negara Arab tersebut, yang juga berbasis pada prinsip-prinsip Islam yang sama dengan Republik Islam Iran, malah membiarkan AS membangun pangkalan-pangkalan militer, dan memanfaatkannya untuk menyerang dan membombardir Teheran.

photo
Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)

Pun juga kata Araghchi, kemarahan pemimpin-pemimpin Arab tersebut, sama dengan sikap kecewa Iran, atas keberpihakan negara-negara Arab yang bebasiss Islam tetapi mendukung sikap Zionis Israel yang memusuhi Iran. 

Araghchi menegaskan, Iran tak terima dengan sikap pemimpin-pemimpin negara-negara Arab yang membiarkan kawasan Islam itu dijadikan wilayah untuk mengisolasi, dan menyerang rakyat dan pemerintahan di Teheran.

“Kami (Iran) sangat menyesalkan bahwa wilayah negara-negara Islam itu disalahgunakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel untuk melakukan serangan terhadap Iran sebagai saudara dan tetangga mereka sendiri,” kata Araghchi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement