Ahad 22 Mar 2026 06:10 WIB

Kemenhub: 10 Juta Pemudik Pilih Angkutan Umum

Arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada H+3 atau 24 Maret 2026.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Hasanul Rizqa
Kendaraan pemudik antre melintas saat puncak arus mudik H-2 Lebaran di Jalan Gentong Bawah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Kendaraan pemudik antre melintas saat puncak arus mudik H-2 Lebaran di Jalan Gentong Bawah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 (20 Maret 2026) Idul Fitri 1447 H.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub RI Ernita Titis Dewi mengatakan, jumlah pemudik dengan angkutan umum dalam periode itu tercatat mencapai 10.003.583 orang. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan 9,23 persen bila dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 yang sebanyak 9.158.315 orang.

Baca Juga

Titis Dewi menyampaikan, distribusi kumulatif per moda meliputi perkeretaapian sebanyak 2.981.945 orang, naik 13,22 persen dari 2.633.878 orang. Kemudian, angkutan udara sebanyak 2.190.282 orang, naik 3,05 persen dari 2.125.523 orang.

Moda penyeberangan sebanyak 2.482.303 orang, naik 14,78 persen dari 2.162.708 orang. Angkutan darat sebanyak 1.587.060 orang, naik 9,18 persen dari 1.453.679 orang. Terakhir, angkutan laut sebanyak 761.993 orang.

"Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau di sejumlah simpul transportasi," ujar Titis dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (21/3/2026).

Pada H-1, kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta tercatat sebanyak 117.016 unit, sementara kendaraan yang masuk mencapai 66.210 unit. Titis mengatakan total pergerakan kendaraan keluar dan masuk pada gerbang Tol Jabodetabek tercatat sebanyak 248.349 unit, dan pada gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 236.758 unit.

"Di ruas arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat sebanyak 474.454 unit, dan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Sementara itu, pergerakan kendaraan di ruas arteri Non-Jabodetabek mencapai 491.901 unit," sambung Titis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement