Kamis 19 Mar 2026 14:22 WIB

Thai Tourism Jajaki Promosi di Jersey West Ham United

Thailand gencar mempromosikan pariwisata negaranya.

Wakil Gubernur TAT untuk Komunikasi Pemasaran, Nithee Seeprae berpose di jersey Wes Ham United yang bakal disponsori oleh badan oariwisata tersebut.
Foto: Instagram TAT
Wakil Gubernur TAT untuk Komunikasi Pemasaran, Nithee Seeprae berpose di jersey Wes Ham United yang bakal disponsori oleh badan oariwisata tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand (TAT) menjajaki peluang kerja sama dengan klub Liga Primer Inggris, West Ham United, guna mempromosikan pariwisata Negeri Gajah Putih.

Wakil Gubernur TAT untuk Komunikasi Pemasaran, Nithee Seeprae, menyatakan pembicaraan awal telah dilakukan dengan klub asal London tersebut. Hal itu disampaikan Nithee melalui unggahan di media sosial pada 17 Maret kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, TAT dan West Ham membahas sejumlah potensi kolaborasi untuk musim 2026/2027. Salah satu gagasan yang mencuat adalah penempatan logo kampanye “Amazing Thailand” pada jersey tim utama pria West Ham.

Nithee juga membagikan gambar ilustrasi seragam kandang West Ham yang telah disematkan logo promosi tersebut. Ia menyebut, dirinya berkunjung langsung ke London Stadium untuk bertemu jajaran eksekutif klub.

Dalam kunjungan itu, Nithee bertemu dengan Direktur Eksekutif bidang komersial, pemasaran, digital, dan konten, Nathan Thompson, yang juga merupakan anggota dewan klub.

Selain penempatan logo di jersey, opsi promosi lain yang dibahas meliputi penayangan di papan LED serta papan iklan statis di area stadion. Tak hanya itu, kedua pihak juga mempertimbangkan aktivitas promosi langsung di luar stadion.

Rencana lain yang turut dibahas adalah mengundang pemain atau figur klub untuk membuat konten promosi di Thailand sebagai bagian dari kampanye pariwisata.

Meski demikian, Nithee menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap negosiasi. Hingga saat ini, belum ada kesepakatan final antara kedua belah pihak.

Disclaimer: Artikel ini mengandung materi yang dibuat dengan bantuan akal imitasi (artificial intelligence) dan sudah melewati proses penyuntingan redaksi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement