Kamis 19 Mar 2026 04:31 WIB

Ladang Gas Pars Diserang Israel, Iran Ancam Hanguskan Fasilitas Energi Teluk

Saling serang fasilitas energi membuat harga migas dunia melonjak.

Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran mengancam akan menyerang fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap ladang gas Pars pada Rabu (18/3/2026). Eskalasi terbaru ini mengancam pasokan energi dunia.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya IRGC telah berjanji bahwa “infrastruktur bahan bakar, energi dan gas” milik mereka yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran “akan dibakar dan diubah menjadi abu sesegera mungkin”. 

Baca Juga

“Ini adalah peringatan tegas dan jelas bagi para penjahat yang menyerang sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran di bagian selatan negara ini,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Mehr Iran. 

“Kami menyatakan kepada tentara kriminal Amerika yang pengecut dan agresif serta rezim Zionis biadab pembunuh anak-anak bahwa ini peringatan untuk tentara dan martabat kalian,” tambah pernyataan itu.

Selain ladang gas Pars, Israel juga menyerang kilang Asaluyeh, salah satu kilang minyak dan gas terbesar di Iran. Letaknya di provinsi Bushehr, tidak jauh dari reaktor di sana, dan juga di Laut Teluk, tidak jauh dari negara-negara Teluk. 

photo
Foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker di depot bahan bakar Aral di kilang minyak Ruhr Oel milik BP Gelsenkirchen GmbH di Gelsenkirchen, Jerman, 17 Maret 2026. Karena meningkatnya konflik di Timur Tengah, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak melewati 100 dolar AS per barel. - (EPA)

Fasilitas gas alam yang terkait dengan ladang gas selatan Pars lepas pantai merupakan adang gas terbesar di dunia.

Dalam pernyataan yang dibagikan oleh Tasnim, Kementerian Perminyakan Iran mengatakan sejumlah fasilitas rusak tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa kebakaran di ladang gas telah terkendali. 

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, media Israel melaporkan bahwa angkatan udara negara tersebut melakukan serangan tersebut. Israel dan AS telah melakukan serangan terhadap berbagai sasaran di Iran, termasuk fasilitas minyak, sejak perang dimulai pada 28 Februari.

IRGC langsung mengeluarkan perintah evakuasi ke banyak fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk. Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Rabu, pihak berwenang Iran mengatakan lima fasilitas di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar “akan menjadi sasaran”.

Fasilitas-fasilitas tersebut adalah kilang SAMREF Arab Saudi dan kompleks petrokimia Jubail, ladang gas Al Hosn di UEA, dan kilang Ras Laffan Qatar serta kompleks dan perusahaan induk petrokimia Mesaieed.

Presiden Iran Massoud Pezeshkain mengatakan di X bahwa dia “mengutuk keras” serangan terhadap infrastruktur energi Iran. 

"Tindakan agresif seperti itu tidak akan menghasilkan apa-apa bagi musuh Zionis Amerika dan para pendukungnya. Sebaliknya, tindakan tersebut akan memperumit situasi dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terkendali yang akan mempengaruhi seluruh dunia," ujarnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi